Senin, 22 Juni 2020

cita rasa warisan kuliner nusantara

Rujak dapat disebut sebagai jenis kuliner yang menjadi salah satu sample analogi konkrit untuk merepresentasikan kompleksivitas kehidupan kosmopolitan rakyat Indonesia.

Sebagaimana entitas warga NKRI yang plural, Rujak juga punya banyak keragaman, seperti keanekaragaman rasa (manis, asam, pedas, asin dll) juga keanekaragaman warna (putih, hijau, merah, kuning dll) itu semua bersatu padu bersinergi dalam bentuk mikrokosmos berjuluk rujak.

Bagaimana tidak demikian bengkoang , dondong, jambu, nanas, pace, cabe, garam, gula, pakel dan komposisi lainnya berasal dari berbagai penjuru belahan dunia dimana masing-masing punya latar belakang geografis & historis yang berbeda pula satu sama lain. Lalu dalam framework rujak inilah mereka saling bahu- membahu terintegral tampil dengan nama baru bukan atas nama golongan tertentu. 

Jadi begitulah cakrawala wawasan kebijaksanaan rujak jika dimanifestasikan dalam heterogenitas sosial budaya umat manusia dalam konteks beragama, bersuku, berbahasa, berbangsa dan bernegara semua adalah sama tinggal bagaimana asas prinsip egaliterisme bekerja sesuai dengan hierarki & kapasitas fungsi yang diperankan oleh tiap- tiap individu demi tujuan dan cita-cita bersama dalam framework pancasila.

Salam Merdeka !
GM. Ilham (alexander lewandowski-rks shinobi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hijacking boredom

Fundamentally, creatures are prospective to equally bear burdens suit by the living place where they dwell in. By the name of ri...